Header Ads

Tangggung Jawab Seorang Muslim Terhadap Kebersihan


Oleh: Fauzal Maula L Rosjid


اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ. خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ 
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

 

Jamaah Sidang Jumat Rahimakumullah wa As’adakumullah

Saya berpesan kepada diri pribadi saya sendiri dan juga kepada para hadirin sekalian, marilah kita terus berusaha untuk meningkatkan taqwa kita kepada Allah Swt dengan selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala macam larangan-Nya.

 

Jamaah Sidang Jumat Rahimakumullah wa As’adakumullah

Islam adalah agama yang mengutamakan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Perhatian Islam kepada kebersihan sudah ditekankan bahkan sejak seorang Muslim akan melaksanakan suatu ibadah. Adanya syariat yang mengatur tentang bersuci atau thaharah sebelum melakukan ibadah Shalat, Thawaf, Membaca Al Quran adalah bukti bahwa kebersihan adalah hal yang tidak bisa ditinggalkan. Bahkan, ulama terdahulu dalam menulis kitab-kitab tentang fiqih akan selalu membuat bab khusus tentang thaharah.

Rasulullah Saw bersabda:

اَلنَّظَافَةٌ مِنَ اﻻِيْمَانِ٠(ﺮﻮﺍﻩ ﺍحمد)

Artinya: Kebersihan itu sebagian dari iman. HR Ahmad

Hadits ini bukan hanya memiliki koridor dalam peribadatan saja, melainkan tentang kebersihan lingkungan, rumah, masjid dan tempat umum.

 

Jamaah Sidang Jumat Rahimakumullah wa As’adakumullah

Namun pada kenyataannya, kita masih sering melihat fenomena yang berkebalikan dengan perintah rasul ini. Banyak dari kaum Muslim yang masih kurang peduli terhadap kebersihan. Membuang sampah sembarangan sehingga sampah berserakan di jalan, di fasilitas umum, bahkan tidak jarang di sekitaran Masjid tempat beribadah. Masih banyak aliran Sungai menggenang disebabkan oleh menumpuknya sampah karena perbuatan membuang sampah di Sungai. Padahal Allah Swt telah memperingatkan di dalam Al Quran:

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ

الْمُحْسِنِيْنَ ۝٥٦

Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” Qs Al-A’raf ayat 56.

Ayat di atas dengan sangat jelas melarang manusia utuk berbuat kerusakan di bumi. Padahal, membuang sampah sembarangan, mencemari sungai adalah bentuk nyata dari membuat kerusakan di muka bumi.

 

Jamaah Sidang Jumat Rahimakumullah wa As’adakumullah

Perihal menjaga kebersihan ini sebetulnya bisa kita terapkan dengan baik, andaikata kesadaran diri dan kedisiplinan lingkungan dari seorang muslim senantiasa terjaga, karena menjaga lingkungan adalah fitrah bagi seorang manusia. Kita lihat saudara kita di Bali yang sekitar 86,40% penduduknya beragama Hindu. Kebersihan lingkungan di Bali terus dijaga kuat oleh semua lapisan Masyarakat, tidak hanya pemerintah saja. Masyarakat setempat sering terlibat dalam kegiatan bersih-bersih dan inisiatif lingkungan. Gerakan akar rumput dan organisasi masyarakat memainkan peran penting dalam menjaga kebersihan dan mempromosikan praktik berkelanjutan.

Inilah contoh baik yang perlu diadopsi oleh seluruh umat Islam di Indonesia, bahwa kewajiban untuk menjaga kebersihan lingkungan adalah suatu kewajiban bagi masing-masing individu manusia. Agar bumi tercinta tempat kita hidup sehari-hari dengan semua kekayaan alamnya bisa terus diturunkan kepada anak cucu. Karena kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi kunci utama agar bumi terus bisa dijadikan tempat hidup yang nyaman bagi generasi mendatang.

Hal ini sejalan dengan perintah Allah Swt pada QS Al Ahzab ayat 72:

اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ ۝٧٢

Yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh.”

 

Jamaah Sidang Jumat Rahimakumullah wa As’adakumullah

Maka, merawat lingkungan dengan terus menjaga kebersihannya tidak hanya menjadi urusan sosial. Lebih dari itu, menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab pribadi bagi masing-masing umat Islam. Mari kita mulai mendisiplinkan diri sendiri dengan menjaga kebersihan rumah dan halaman, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjadikan masjid sebagai teladan lingkungan bersih. Semoga Allah swt menjadikan kita hamba yang Amanah dan peduli terhadap bumi ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الاَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ

اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم لِي وَلَكُمْ, اِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم وَ

 

 

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.